8. Ayo Berpesta!

Hari Kedua (2/18)

Faun—makhluk imajinatif aneh bin ajaib. Dari pinggang ke bawah berwujud kaki kambing plus bulu-bulunya yang kecokelatan. Sedang bagian ke atas nyaris normal manusia biasa dengan tambahan janggut panjang, telinga runcing, serta sepasang tanduk. Pertama kali melihatnya muncul di film Narnia dan Lemari Ajaib, dimana setelah Lucy berhasil berteleportasi ke “dunia lain” tersebut, ia langsung bertemu dengan Faun. Makhluk jadi-jadian tersebut sedang dalam perjalanan pulang melewati tumpukkan salju. Cara berjalannya aneh, seperti orang sakit pinggang. Lucy yang awalnya takjub, langsung jatuh sayang padanya. Mereka pun berteman dan merayakannya dengan pesta minum teh di kediaman Faun.

Untuk saat ini sepertinya saya punya dua kesaaman dengan Faun; pertama, Continue reading

7. Api Cinta

Hari Kedua (2/18)

Siapapun pasti tahu kisah cinta Jack dan Rose yang berakhir tragis dalam film Titanic. Perjalanan kasih asmara mereka yang sangat “panas” dan menggairahkan menjadi bukti kasih abadi, walaupun pada akhirnya mereka tak pernah bersama. Cinta yang menyatukan keduanya, pun yang memberaikan. Cinta seperti mempunyai kekuatan ajaib, yang hanya bisa dirasakan oleh para pecinta. Tak heran lah bang Jack, dengan cintanya yang luar biasa besar, bisa bertahan lumayan lama di dalam air, tepat di sisi Rose yang tertelengkup kedinginan di atas kayu, sesaat setelah kapal raksasa itu tenggelam. Padahal perairan tersebut pasti benar-benar dingin, sampai-sampai ada bongkahan es nangkring di situ. Apakah cinta memang “hangat” dan “menghangatkan”? Dalam arti sebenarnya? Buktinya pasangan di Continue reading

5. Melenceng Melancong

(Hari Kedua: 2/18)

Jika diperhatikan dengan seksama, film kartun Disney hampir selalu menampilkan cerita dengan latar belakang musim semi—musim yang sepertinya diindetikan dengan kebahagiaan. Kalaupun di awal cerita tumpukan salju memenuhi layar TV, pasti pada akhirnya akan mencair, tergantikan oleh rumput hijau nan segar berhias bunga warna warni yang tumbuh hanya dalam beberapa detik. Hewan-hewan pun keluar dari sarang, bermain ceria menyambut hangatnya sinar mentari. Semua gembira. Tulisan “Happily Ever After” pun melengkapi kebahagiaan tersebut. Tamat.

Kalau memang musim semi semenyenangkan itu, ingin rasanya Continue reading

4. keDINGINan

Prapemberitahuan:

Perjalanan ini sejatinya dilakukan oleh dua orang pelancong, yaitu saya dan teman. Namun, dengan alasan tertentu, kami sepakat untuk tidak memasukkan satupun hal mengenai teman saya dalam jurnal perjalanan kali ini. Karena itu lah, cerita ini saya susun seakan-akan hanya saya seorang yang menjalaninya, dengan tanpa mengurangi atau melebihkan esensinya, walaupun ada perubahan dari sisi penokohan. Semoga pembaca menikmati.

(Hari Pertama: 1/18)

Saya sedang berada di atas bus, di tempat yang sama tepat di belakang supir. Orang-orang yang duduk di bangku lainnya pun entah kenapa juga orang yang sama. Muka mereka seperti berbayang, tapi jelas saya masih mengenali wajah-wajah itu. Déjà vu? Sang supir tiba-tiba membanting setir memasui jalan raya, dan di sana lah ranselku, masih tertinggal di samping kursi pengemudi, mulai bergoyang tak seimbang. Tak mau kejadian memalukan itu Continue reading

3. Sambutan (Terlampau) Hangat

Prapemberitahuan: Perjalanan ini sejatinya dilakukan oleh dua orang pelancong, yaitu saya dan teman. Namun, dengan alasan tertentu, kami sepakat untuk tidak memasukkan satupun hal mengenai teman saya dalam jurnal perjalanan kali ini. Karena itu lah, cerita ini saya susun seakan-akan hanya saya seorang yang menjalaninya, dengan tanpa mengurangi atau melebihkan esensinya, walaupun ada perubahan dari sisi penokohan. Semoga pembaca menikmati.

 (Hari Pertama: 1/18)

Saya bukan lah pelancong ulung yang sudah keliling di lebih dari 100 negara, juga bukan petualang handal yang keluar masuk hutan berbekal parang panjang. Saya hanya lah seorang penikmat jalan-jalan tanpa peduli mengusung embel-embel backpacker, hitchpacker, apapun itu istilahnya. Saya adalah seorang pelancong. Tak lebih. Karena bagiku melancong bukan hanya wadah untuk membuktikan siapa Continue reading