Pesisir Paling Timur Indonesia: Pantai Koya

Pantai Koya“Ko tahu tugu yang dekat POM bensin lama to?”1 kata kakakku saat kami berdua sedang duduk-duduk di teras depan rumah. Saya sebenarnya ogah menanggapi, menoleh pun malas, akibat dikuasai perasaan jengkel karena tidak diajak lari pagi, tadi. Lagipula apa pentingnya pertanyaan ini, “Iyo too”2, jawabku akhirnya sambil mendengus, “kenapa jadi?”3 balik kubertanya. “Tadi pas lari pagi lewat situ, tong berhenti sebentar. Ternyata dalam kolam tuh ada ikan-ikan kecil”4 jelasnya sambil menerawang, membayangkan yang baru saja dia katakan, seakan-akan kolam penuh ikan tersebut tiba-tiba muncul di teras rumah kami yang sempit. Saya berusaha menyusupi pikiran kakakku saking penasarannya, mencoba mengimajinasikan hal yang sama. Tapi apa daya, patungnya saja masih samar-samar di gambaran. Lagipula, saya memang tidak pernah benar-benar memperhatikan tugu itu setiap kali melewatinya.

Saya jadinya malah makin jengkel, “ikan-ikan jelek saja moo!”5, ejekku dalam hati. Tak menyadari ledekanku, kakakku terus melanjutkan ceritanya, tapi saya sudah malas mendengar. Segera kukumpulkan mainan robot-robot plastik di lantai, lalu berlari menuju ibuku di dapur…

 

18 tahun pun berlalu…..

Continue reading

Talassa: Pantai Tak Terencana

Pantai Talassa“Rp 800.000??!” seru saya kaget, mendapat jawaban yang sangat tak disangka. Bagaimana mungkin pantai yang jaraknya hanya 150 meter dari Harlem harganya bisa dua kali lipat. Yang benar saja, pikirku kesal, curiga sang pembawa perahu (selanjutnya disebut “Kakak Timo”) tersebut sedang memainkan harga. Saya memandang tak percaya pada Mba Filipin, yang juga memberikan tatapan itu. Cukup sudah kami habis-habisan perjalanan kemarin ke Pantai Maramai—karena jarak semakin jauh, Bapak P minta dibayar lebih tinggi dibanding minggu sebelumnya. Oke lah tak apa kami bayar ekstra untuk perjalanan tersebut, setidaknya kami ke tiga pantai sekaligus. Lah ini! Cuma selemparan batu dari dermaga Depapre, harganya kok malah bikin pagi indah ini seketika jadi mengecewakan.
Continue reading

Yoo Ramai-ramai ke Pantai Maramai

Pantai MaramaiMinggu pertama di bulan September benar-benar melelahkan. Rasanya cukup aneh memulai bulan ini bukan dengan rasa ceria, seperti yang selama ini menjadi jargon andalannya. Setelah liburan penuh semangat ke Pantai Pasir 6 dan Pantai Skouw Sabtu kemarin, seminggu penuh kami bergelut dengan kesibukan kantor sekaligus rapat dan mengurusi berbagai keperluan kompetisi Spelling Bee yang, terima kasih Tuhan, hari ini telah kami tuntaskan. Acaranya sukses besar dan benar-benar menguras tenaga—dalam arti sebenarnya karena saya dengan suka rela mengangkat meja, kursi, serta pengeras suara super besar dari lantai tiga ke tempat parkir. Ya, anggap saja fitnes secara akhir-akhir ini saya sering bolos. Continue reading

Weekly Photo Challenge: Gone, but not Forgotten

This week’s challenge is quite special, I think. “Gone, but not forgotten”, this reminds me nothing but my childhood; when none really mattered but playing every day; when everything seemed bigger and magical; and when the only biggest problem was homework (especially Maths, hehehe). I got my own photos when I was a kid, but I chose to post these pictures for I love doing photography (as hobby). They were taken in my lovely hometown Jayapore (Papua-Indonesia).

A truly colorful day for the baby :D

A truly colorful day for the baby 😀

Continue reading

Weekly Photo Challenge: Converge

I was a bit confused to define converge in my own perspective, but yeah, here they are:

This photo was taken in Amsterdam Fort in Hila, Ambon.

This photo was taken in Amsterdam Fort in Hila, Ambon.

Continue reading

Ber-5 ke Pantai Pasir 6

Pantai Pasir 6 dan SkouwPernahkah kalian membuat sebuah perjanjian tanpa tanda legalitas? Hanya berdasar pada asas kepercayaan? Itu pun kepada orang yang baru saja dikenal. Hufff..itu lah yang kami lakukan, saya dan Mba Filipin. Kami nekad pergi mencari orang yang menyediakan perahu cepat untuk disewa. Awalnya kami bingung karena begitu banyak rumah panggung yang berdiri di atas pantai; entah keluarga mana yang memiliki perahu. Yang pastinya salah satu dari penghuni Kampung Vietnam (saya sendiri tidak tahu kenapa namanya seperti ini kalau kalian bertanya) ini mau lah menyewakan. Setelah tanya kiri-kanan, akhirnya kami berakhir di rumah paling ujung, dijamu oleh tuan rumah bernama Bapak P. Continue reading

Berlayar ke Kampung Bukisi (Bagian 2)

BukisiBon-bon dan saya sekamar di ujung kiri, Nyonya K dan mba Filipin di tengah, sementara bos besar Mas AG eksklusif dapat yang kanan untuk dirinya sendiri. Kami tak mau berlama-lama di penginapan karena hendak langsung menuju pertunjukan sesungguhnya dari wisata kali ini. Segera setelah menaruh barang, kami kembali ke dermaga dimana Karel sudah menunggu. Asal tau saja, kamar kami tidak bisa dikunci. Tapi kami tidak khawatir ada barang yang hilang, soalnya penduduk setempat sangat menjaga kepercayaan pengunjung. Tahun lalu saja, dompet teman yang tertinggal di kursi depan kamar tidak disentuh sama sekali. Dimana lagi coba bisa berwisata dengan tingkat keamanan setinggi ini? Continue reading

Berlayar ke Kampung Bukisi (bagian 1)

Bukisi1Di saat sebagian besar masyarakat Jayapura masih terbuai dalam mimpi yang indah, saya malah berdiri sendirian di samping jalan raya, jam 5 pagi buta! Tindakan penuh tanya, bukan? Beberapa kendaraan berlewatan, meninggalkan aroma polusi sebagai ucapan selamat pagi (-_-“). Begini lah kalau berurusan dengan orang Filipin; saya sebagai orang Indonesia sejati masih ga habis pikir, mau ke pantai saja harus start sepagi ini. Demi tuhan, yang benar saja! Continue reading

Jayapura (& Saya) Telah Kembali!

Tugu McArthur, Jayapura

Tugu McArthur, Jayapura

(Beberapa foto sudah ditambahkan, check it out)

AKHIRNYA!!!!!!!!!!!! Akhirnya!! Akhirnyaaaaaa!!!!! I’M BACK AGAIN!! **Smangat!!###

Seperti yang dunia ketahui, saya telah menghilang dari dunia perblogan dalam kurun waktu yang cukup lama (sekitar 5 bulanan lah). tentu saja “bertapa” bukan alasan tidak munculnya diriku, melainkan penyakit malas ngeblog yang udah menggerogoti hingga mencapai level yang cukup parah. ditambah lagi saya udah disibukkan dengan kerjaan baru, jadinya benar-benar kurang waktu untuk mengurus blog tercinta ini.

Hingga pada suatu hari yang biasa-biasa saja, sahabat saya tiba-tiba ngomong “Blog lo dah mati bukan?”. BEUH! Ga terima saya!

Continue reading

Pemandangan Jayapura oleh Fier..hehehe

Haaaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii semuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……

Akhirnya saya muncul lagi di dunia perblogan Indonesia tercinta. Rasanya kangen sekali ngeblog ria sambil baca & balas komen sohib-sohib sekalian.

Seperti diketahui (jiaaahhhh), dua bulan kemarin saya pulang kampung ke Jayapura, tanah kelahiranku yang indah. Jadinya saya off dulu dari blog saya yang, eeuuhhh, udah berdebu kemana-mana.

Perlu diketahui, saya off ngeblog bukan karena disana sinyalnya ga ada sama sekali, hanya saja rumah saya aja yang posisinya ga memungkinkan saya untuk bisa berseluncur di dunia maya; Jayapura itu kotanya berbukit-bukit, Continue reading