Yoo Ramai-ramai ke Pantai Maramai

Pantai MaramaiMinggu pertama di bulan September benar-benar melelahkan. Rasanya cukup aneh memulai bulan ini bukan dengan rasa ceria, seperti yang selama ini menjadi jargon andalannya. Setelah liburan penuh semangat ke Pantai Pasir 6 dan Pantai Skouw Sabtu kemarin, seminggu penuh kami bergelut dengan kesibukan kantor sekaligus rapat dan mengurusi berbagai keperluan kompetisi Spelling Bee yang, terima kasih Tuhan, hari ini telah kami tuntaskan. Acaranya sukses besar dan benar-benar menguras tenaga—dalam arti sebenarnya karena saya dengan suka rela mengangkat meja, kursi, serta pengeras suara super besar dari lantai tiga ke tempat parkir. Ya, anggap saja fitnes secara akhir-akhir ini saya sering bolos. Continue reading

Ber-5 ke Pantai Pasir 6

Pantai Pasir 6 dan SkouwPernahkah kalian membuat sebuah perjanjian tanpa tanda legalitas? Hanya berdasar pada asas kepercayaan? Itu pun kepada orang yang baru saja dikenal. Hufff..itu lah yang kami lakukan, saya dan Mba Filipin. Kami nekad pergi mencari orang yang menyediakan perahu cepat untuk disewa. Awalnya kami bingung karena begitu banyak rumah panggung yang berdiri di atas pantai; entah keluarga mana yang memiliki perahu. Yang pastinya salah satu dari penghuni Kampung Vietnam (saya sendiri tidak tahu kenapa namanya seperti ini kalau kalian bertanya) ini mau lah menyewakan. Setelah tanya kiri-kanan, akhirnya kami berakhir di rumah paling ujung, dijamu oleh tuan rumah bernama Bapak P. Continue reading

Berlayar ke Kampung Bukisi (bagian 1)

Bukisi1Di saat sebagian besar masyarakat Jayapura masih terbuai dalam mimpi yang indah, saya malah berdiri sendirian di samping jalan raya, jam 5 pagi buta! Tindakan penuh tanya, bukan? Beberapa kendaraan berlewatan, meninggalkan aroma polusi sebagai ucapan selamat pagi (-_-“). Begini lah kalau berurusan dengan orang Filipin; saya sebagai orang Indonesia sejati masih ga habis pikir, mau ke pantai saja harus start sepagi ini. Demi tuhan, yang benar saja! Continue reading

Pantai Harlem (tanpa ‘shake’) :D 

Mulai dari pos ini, dan untuk setiap artikel mengenai Jayapura, saya akan menyertakan logo "Kunjungi Jayapura 2015" sebagai bentuk kampanye pariwisata saya terhadap Jayapura. Perlu diketahui, saya sendiri yang merancang dan membuat logo tersebut, dan saya tidak mengadakan kerja sama dengan pihak manapun dalam upaya ini. Hal ini dilakukan semata-mata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Jayapura. Mohon dukungannya ;)

Mulai dari pos ini, dan untuk setiap artikel mengenai Jayapura, saya akan menyertakan logo “Kunjungi Jayapura 2015” sebagai bentuk kampanye pariwisata saya terhadap Jayapura. Perlu diketahui, saya sendiri yang merancang dan membuat logo tersebut, dan saya tidak mengadakan kerja sama dengan pihak manapun dalam upaya ini. Hal ini dilakukan semata-mata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Jayapura. Mohon dukungannya 😉

Halo semua, apa kabar? Saya kabur dari dunia perblogan karena, ditarik 3 bulan ke belakang, saya dipadati oleh jadwal berlibur ke pantai 😀 . Kedengarannya songong, tapi memang begitu lah kenyatannya :). Saya tunda dulu jurnal perjalanan saya sebelumnya yang sudah sampai jurnal 4, karena mau fokus menceritakan pantai-pantai yang saya kunjungi belakangan ini. Continue reading