Kedinginan di Kawah Putih

     Liburan tahun baru 2010 kemarin saya melancong ke tempat kakak saya, Achul, di Jatinangor, Bandung . Wuih, sudah lama saya ga ketemu sama doi. Rasanya kangen berat mengingat terakhir kali kami ketemu waktu saya ngantar dia naik kapal di pelabuhan Jayapura menuju Makasar . Dan sekarang dia dan istrinya, Nana, sedang merantau di Bandung . Saat bertemu dengannya, dia langsung bilang badan saya kayak Badak! Shit! Mentang-mentang waktu SMA dulu saya kurus kering . Padahal dia juga berubah; tekstur rahangnya makin tegas, dan kami berdua jadi sama tinggi.
Saat itu tanggal 2, pagi-pagi buta kami bertiga tengah berj
alan menuju jalan pertigaan kearah kampus UnPad . Nana ingin menunjukkan pemandangan desa diatas yang katanya indah. Jadi lah kami menyewa motor salah satu ojek di situ, dan langsung tancap gas menyusuri jalan menanjak . Sesampainya diatas, setelah melewati gedung kampus UnPad, BuPer dan lapangan golf, kami menikmati pemandangan yang oh indahnya. Berhektar-hektar luasnya perkebunan jagung yang hijau merata seperti karpet yang menutupi perbukitan. Kabut tipis yang masih melayang-layang perlahan hilang di terpa sinar mentari pagi. Di kejauhan pun pegunungan yang membiru berdiri kokoh bagai menopang langit. *Beuhh, bahasa lu sok-puitis banget coy!*
Udara dingin yang berhembus membuat saya yang bercelana pendek makin gemeteran. Biar kata matahari sudah semangat manasin bumi, tetap saja saya merapatkan kedua tangan saya ke badan saking dinginnya. Setelah foto-foto, kami kembali ke kost-an dan menikmati sarapan pagi. Lagi asik-asiknya menikmati teh hangat didalam ruang yang
sempit itu, tiba-tiba Nana ngajakin ke Kawah Putih. Saya pernah dengar mengenai tempat ini sebelumnya, namun bayangan akan kawah berwarna putih…kawah ketumpahan susu, atau kawah yang dapat membuat kulit jadi putih. Ga tau deh. Saya pun iya saja, dan kami pun bersiap-siap untuk berangkat.
Seingat saya, kami
naik angkot dari depan kost-an masih dibawah jam 12 karena matahari belum terik-teriknya. Saya pikir si Nana ini tahu jalan serta transportasi ke Kawah Putih berhubung dulu dia pernah tinggal di Bandung, serta ngakunya pernah main ke Kawah Putih, eh ternyata dia lupa! Haha . Dan akhirnya kami kelalang-keliling seperti anak hilang di pusat kota Bandung yang ramai sambil bertanya pada para pedagang bagaimana kami mencapai Kawah Putih . Setelah jalan bolak-balik, akhirnya kami menemukan angkot yang menuju Ciwidey.
Saya pikir perjalanan ke Kawah Putih ga begitu jauh lah, paling 1 atau 2 jam. Tapi, saat kami tiba di terminal Ciwidey hari sudah menjelang sore . Belum lagi saat naik angkot yang menuju Kawah Putih, kami kejebak macet berkepanjangan. Supir angkot sih lumayan pintar, soalnya dia nga
mbil jalan tikus di perkampungan , namun tetap saja berakhir dengan macet yang sama. Saya sebel banget ngeliat bus-bus segede pesawat yang meluncur turun dari atas. Kendaraan-kendaraan sialan itu lah biang kerok macet dijalanan sempit ini.
Di dalam angkot, kami bertemu dengan seorang pria paru baya yang habis liburan ke anaknya di Bandung . Kami pun ngobrol dengan si Bapak yang baik hati ini. Ternyata dia adalah pekerja di kebun teh, dan dia hanya tinggal berdua denga
n istrinya . Dia bahkan hendak memberikan beberapa oleh-olehnya yang ditenteng di kantong plastik kepada kami, terang saja kami menolak *secara halus tentunya, orang itu oleh-oleh untuk istrinya, padahal aslinya ngiler berat *.
     Singkat cerita, akhirnya kami pun tiba di gerbang masuk Kawah Putih. Busset ! Dingin mampus! Uap air sampai keliatan dari napas saya *Bagaimanapun, itu adalah sensasi tersendiri, seperti berada di gunung salju..haha, dasar udik!* Saya liat banyak orang yang bertebaran di sekitar gerbang. Eh! Usut punya usut, ternyata pengunjung sudah ga diperbolehkan lagi memasuki kawasan wisata karena hari sudah terlampau sore. Apa-apaan ini?! Kami sudah jauh-jauh dari Jatinangor hanya untuk liat kawah yang putih itu dan sekarang kami harus pulang lagi tanpa mendapat apa-apa?!  Nana pun meluncurkan aksinya dengan mengatakan pada penjaganya kalau dia sedang hamil 1 bulan dan sedang ngidam ngeliat Kawah Putih. Hahaha. Kalau hamilnya sih emang bener, tapi ngidamnya itu loh . Si penjaga yang telah luluh hatinya, akhirnya mempersilahkan angkot kami meluncur.
Ternyata masih jauh juga p
erjalanan kedalam. Hingga saat tiba di tempat parkir, saya mulai membaui aroma-aroma ga sedap. Saat saya melirik jam, ternyata sudah jam 5. Kami pun menuruni undakan anak tangga menuju kawah. WOW! It was just so exciting! Kawah yang membentang luas berwarna putih, dikelilingi oleh tebing-tebing curam, serta kabut yang melayang dipermukaan air menambah eksotisnya tempat ini . Bau yang mirip kotoran ayam pun semakin kuat. Haha, ternyata warna putih airnya dihasilkan dari endapan belerang didasar kawah, dan bau mirip-kotoran-ayam itu merupakan bau khas belerang. Pepohonan yang tumbuh disekitar kawah pun menambah keunikan tempat ini; batang pohon yang berwarna hitam kontras dengan lingkungan disekitarnya. Saat melewati dinding tebing, ada gua bekas tambang, tapi dilarang masuk! Acul dan Nana pun membuat sesi foto post-wedding yang terlalu seronok untuk dipajang disini. Haha
Saya ingat waktu itu tangan saya sampai mati rasa saking dinginnya. Apalagi saat itu hujan rintik-rintik, makin gemetar saya. Makin lama kabutnya makin tebal, hingga membuat Nana pusing. Saya yang nekat jalan memutar menuju arah kanan kawah pun sudah ga kuat menahan kabut. Akhirnya, kami kembali ke angkot dan kembali menyusuri jalan yang sama menuju Jatinangor (kami tiba di kost-an jam 11 malam!)
*Saya sangat khawatir pada si Bapak baik hati yang kami temui di angkot saat mendengar berita longsor di perkebunan teh Ciwidey beberapa bulan setelah saya ke Kawah Putih. Semoga hingga saat ini, mereka baik-baik saja dan dilindungi Allah SWT. Amin.

58 responses to “Kedinginan di Kawah Putih

  1. Walaupun dengan susah payah dan pengalaman yang mengasyikkan, ceritanya dapat memberikan gambaran foto yang dapat ikut mempromosikan wilayah setempat dalam segi pariwisata Sob.

    Sukses selalu
    salam
    Ejawantah’s Blog

  2. Saya pernah ke sana dulu, bareng teman2 satu alumni SMA. Mungkin karena waktunya kali ya, tapi pas ke sana dulu ramai sekali.

  3. eh fier gw juga udah pernah kesana,,hahahah :p (nggak mau kalah)
    hahaha
    dan lw tau,, gaya gw di poto sama kaya gaya lw lagi megang air,, hahhaha

    tapi cerita menuju ke sana nya penuh perjuangan juga yah,, hahaha

    senenng deh sama poto kebun tehnya

      • hahaha,, ia nih gw di depok ajah,,gk pernah kemana mana,.,.
        klo mau jalan2 nunggu liburan semester,, haha
        di facebook ada potonya,, tp klo di wordpress mah nggak ada,, hihi

        jiaaaah,,kirain kebun teh,, hahaha,, tapi bagus gambarnya..
        boleh nggak gw ambil gambarnya ?

  4. wuiiih, ngileeeerrrr… pengen ke sana tapi belum kesampain juga sampai sekarang,huhu…

    keren ya pasti tempatnya? jadi inget pas keliling kota bandung pake motor, ckckck… alangkah surf my heart yang tak terkira… padahal ga tau apa2 tentang kota Bandung, bener2 nekad saya mengelilingi bandung by motorcycle euy…

  5. Sayang bgt tuh ada rejeki kok ditolak [scr halus]😉
    padahal dgn kita menerimanya, berarti kita udah membantu membukakan pintu rejeki bapak itu menjadi lebih lebar..🙂 *menurut ane* [itung2 memberi kesempatan buat bersedekah :D]

    wokeh, tehnik ilusi ngidamnya ntar ane praktekin deh sama bini ane ntar kalo ada kejadian yg serupa.. *inspiratip one*

    ooups tapi ane kan belom meried..😆

  6. sahabat saya di Bandung pun pernah pamer foto2 di kawh putih ke saya.. haduuuuuuhhh meskipun kata kamu baunya sama kayak bau kotoran ayam, tapi saya masih mupeng banget kesana.. semoga segera terlaksana deh.. aamiin-in dong om😀

  7. ini fier fb gw : maya sari tampubolon… search aja🙂
    jgn lupa add ya,, hahahahaa
    nama foto albumnya : 2 s/d 4 feb 2011

Yang dah nyasar kesini, jangan lupa tinggalkan jejak ;-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s