Keliling Sejenak di Hatyai

     Setelah perjalanan panjang dari Krabi, akhirnya kami sampai juga di Hatyai . Tiap rombongan pun turun terpisah, mulai dari bule-bule-beraroma-keju, Bang Edi-Kak Dinda-dan-sepupunya, hingga saya . Si supir menurunkan saya didepan sebuah agen travel; ia ikut turun, mengajak saya kedalam, ngasih kwitansi saya pada agen travel, lalu kembali lagi ke mobil. Si agen travel menyuruh saya menaruh tas saya di sofa dibelakang dekat kamar mandi.
Saya pun duduk diam beberapa saat, lalu menuju si agen untuk menanyakan brapa lama lagi saya akan dijemput, “You will be picked up at 7 pm”. Apa! Masa jam 7 malam sih! Sekarang kan masih jam 4! Uuhh, 3 jam lagi untuk dilalui. Yuk cari tau apa aja yang ada di Hatyai!

Sensasi Diskriminasi di Negara Orang

     “Whenever you have arrived at the harbor, just look for a guy holding a paper with “Son Tour” written on it” kata si agen travel saat saya beli tiket gabungan dua hari yang lalu . Well, selagi berjalan keluar dari ruang kedatangan, mata saya pun mencari-cari pria dengan kertas bertulis “Son Tour” itu. Ada beberapa pria disana yang memegang kertas juga, tapi akhirnya saya ketemu juga dengan yang dicari.
“Wait here” kata pria berkumis tipis situ. Saya pun berdiri disampingnya, menunggu penumpang lain yang akan semobil dengan saya. Gimana sih rasanya didiskriminasi? 👿

Kenapa Melancong Bulan Juni?

     Gelombang besar yang menghantam kapal sejak berarung meninggalkan dermaga Pulau Phi Phi Don membuat kapal feri yang saya tumpangi ini jadi oleng naik turun. Saya sebenarnya ingin duduk dekat pintu masuk, maksudnya kalau kapal ini jungkir balik kan saya tinggal loncat aja. Tapi saya telat datangnya hingga tempat “aman” itu pun sudah ditempati. Saya pun mengambil tempat duduk berjejer 3 dibagian tengah yang kosong, dan yang pastinya ada baju pelampung. Hehe
Well, sebenarnya saya sudah tau keadaannya akan seperti ini ─ gelombang raksasa yang menerjang tak henti-hentiYuk cari tau kenapa mesti melancong di bulan Juni!