Hiking ke View Point Pulau Phi Phi

     Saya sengaja bangun jam 7 pagi karena hari ini saya ingin liat pulau Phi Phi dari ketinggian, alias dari view pointnya. Setelah mandi, saya pun berkeliling untuk mencari makan pagi. Karena masih penasaran dengan resto muslim yang kemarin ditunjuk sama agen travel, saya kembali berjalan mengikuti arah yang ia tunjuk. Dan ternyata, bukan lah toko mini market yang ia tunjuk, melainkan resto sederhana, sangat sederhana malahan, dihadapannya.
Liat dari tampilannya sih ga meyakinkan, tapi saya yakin untuk potongan seperti ini pasti lah ngejual makanan murah. Saya pun nyamperin si pemilik resto. B
erani bertaruh, dia pasti ngomong Thai sama kamu?  Tebak saya dalam hati. Dan…”@#$%^&*@*&^%$#” kata si pria penjaga. “Sorry, I don’t speak Thai” balas saya sambil senyum. Dia pun memperlihatkan mimik “oh maaf, saya pikir kamu orang Thai”. “What is this?” tanya saya sambil menunjuk tumpukkan kue-berbungkus-daun-pisang . Ia mencoba menjelaskan, tapi karena bahasanya, saya jadi ga ngerti. “Is it sweet?” tanya saya lagi, yang penting tau rasanya manis, asin, atau amburadul. “Yes, sweet” balasnya. Oo, ya udah. Saya pun membeli dua, duduk di bangku, dan memesan teh panas.
     Yang datang, sudah pasti, teh tarik versi Pulau Phi Phi. Saya pun tertawa bodoh saat membuka bungkusan daun pisang dan menemukan kue ketan didalamnya. Hahahaha. Ternyata orang Thai juga hobi makan ketan! Setelah menghabiskan sarapan seharga 30 Bhat itu (satu kue 5 Bhat, teh 20 Bhat), saya pun berjalan mencari view point. Saya mengikuti arah yang ditunjukkan plang. Namun, putar-putar, kiri-kanan, saya kok malah nyasar ke pantai. Saya pun mengulang jalur saya tadi, dan tetap saja ga nemu-nemu. Akhirnya saat melewati Tiara Inn, saya diberikan peta sama si penjaga cewek yang kemarin mengantar saya ke The Rock.
     Emm..jalan kesini..belok kesini..trus kesini..gitu ya! Saya pun berjalan sesuai arah di peta, dan akhirnya berakhir dihadapan tangga yang, saat meliat treknya, membuat saya menelan ludah beberapa kali. Tinggi sekaleeee! Dengan tekad bulat, saya pun menaiki tangga. 10 anak tangga, blom apa-apa. 30 anak tangga, tubuh mulai memanas. 50 anak tangga, napas ngos-ngosan + keringat ngucur. 70 anak tangga kaki saya udah pegel. 100 anak tangga, kepala saya pusing, serasa mau muntah . Hadeeeuuuhhh! Saya udah ga kuat. Mana tangganya curam lagi! Saya pun istirahat sebentar, lalu menaiki tangga lagi.
Saat akhirnya sampai, rasanya saya ingin pingsan saja. Namun saat pemandangan itu terhampar didepan mata ─ limestone yang menjulang tinggi, garis pasir p
antai yang melengkung indah, biru air laut yang teduh, serta atap-atap penginapan yang berjejer bagai jamur ─ membuat capek saya hilang sepenuhnya. Cantik sekali! Saya pun duduk-duduk di batu sambil menikmati pemandangan indah itu. Setelah puas, saya pun menuruni bukit menuju pantai. Karena masih ada waktu untuk mengamati cuaca serta memutuskan ikut tur atau ga, ditambah sinar matahari yang belum terlalu menyengat, saya pun tidur-tiduran beralaskan peta yang tadi saya bawa .
     Cukup lama saya tidur-tiduran di pantai. Hingga saat pukul setengah 9, saya pun beranjak menuju agen travel kemarin. “Your brother shown me a tour yesterday, and I’m going to take it” kata saya pada pejaga wanita (si penjaga pria sudah memberi tahu saya sebelumnya kalau saudaranya lah yang akan menjaga hari ini). “Yeah, my brother told me so” balasnya sambil mengambil kwitansi pembayaran. Setelah membayar, dia pun menyuruh saya kembali jam setengah 10, karena turnya sendiri mulai jam 10. “Okay, thank you” kata saya sambil merapatkan kedua telapak tangan didepan dada.

(Bersambung…)

12 responses to “Hiking ke View Point Pulau Phi Phi

  1. hehehe,,
    kalau melancongnya masih di dalam negeri mah ndak papah,,
    tp klo di luar negeri apalagi sendiri,, ntaran dl deh,,hahhaa
    harus mikir 1000x,,, secara kita blm tau medannya.. haha

  2. tp klo di liat dari mayoritas rata2 perempuan penakut..hihi
    dan sudah tersugesti bahwa laki2 harus menjadi pemberani, walau nggak semuanya demikian,, hehe
    tapi tetap SALUT buat kakak,, hihihi

    • hehehehe…tapi ada satu cewek yang saya tau pemberani..
      tau Mbak Trinity kan? dia sering melancong sendirian keluar negeri
      makasih nih May, saya dipuji terus *tepokan sama setrika
      hehehe😉

Yang dah nyasar kesini, jangan lupa tinggalkan jejak ;-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s