Indahnya Maya Beach

     Pernah sahabat saya, Mela, bilang kalau dia trauma berat sama pantai. Soalnya dulu dia pernah hampir tenggelam pas berenang. Saya sih cuma ngetawain aja, masa iya ada orang takut sama pantai? Orang pantai kan tempat paling menyenangkan sedunia. Namun sekarang, saya menjilat ludah saya sendiri. Sejak tragedi-nyaris-tenggelam tadi, saya jadi agak trauma. Gelombang tinggi yang mengombang-ambingkan kapal membuat hati saya menciut, padahal saya sebenarnya sudah sangat terbiasa akan hal ini (mengingat saya sudah bosan naik kapal sejak kecil). Saya jadi mengerti perasaannya Mela sekarang. Pengen tau indahnya Maya Beach, klik donk! 😆

Nyaris Tenggelam di Pulau Bambu (Bamboo Island)

     “Where’s your receipt?” tanya si pemandu tur saat saya hendak bergabung dengan rombongan. Saya pun memberikan kwitansi pembayaran, lalu kami berjalan beriringan menuju dermaga. Well, cukup menyedihkan saya ga membawa apa-apa selain baju kaos, celana renang, serta kamera. Padahal saya liat turis lain, yang kebanyakan bule, pada bawa-bawa cemilan renyah sambil makan bersama pasangan mereka! Kok bisa nyaris tenggelam? 😯

Hiking ke View Point Pulau Phi Phi

     Saya sengaja bangun jam 7 pagi karena hari ini saya ingin liat pulau Phi Phi dari ketinggian, alias dari view pointnya. Setelah mandi, saya pun berkeliling untuk mencari makan pagi. Karena masih penasaran dengan resto muslim yang kemarin ditunjuk sama agen travel, saya kembali berjalan mengikuti arah yang ia tunjuk. Dan ternyata, bukan lah toko mini market yang ia tunjuk, melainkan resto sederhana, sangat sederhana malahan, dihadapannya.
Liat dari tampilannya sih ga meyakinkan, tapi saya yakin untuk potongan seperti ini pasti lah ngejual makanan murah. Saya pun nyamperin si pemilik resto. B
erani bertaruh, dia pasti ngomong Thai sama kamu?  Tebak saya dalam hati. Dan… Klik disini kalo penasaran betapa indahnya Pulau Phi phi