Keok Nyari Resto Halal

     Lambung saya ini memang ganas bukan main, burger tadi bahkan hanya numpang lewat doank .Saya pun kembali mengelilingi pulau untuk mencari resto halal. Saya jalan dari ujung ke ujung, depan ke belakang, ga nemu-nemu juga . Saya sampe lemas jalan karena ga ada kalori untuk dibakar jadi energi. Saya pun mampir di warnet yang tarifnya 2 Bhat / Rp 600 per menit!!! ALAMAKKKK!! Tapi ya udah lah, itung-itung saya bisa istirahat. Saya pun nyari di google dengan kata kunci “resto halal di pulau Phi Phi”. Nyaris semua artikel yang muncul berkata kalau banyak terdapat resto halal di pulau Phi Phi . Halaahhhh!!!! Pasir noh banyak di pantai! Orang saya putar-putar dari tadi ga dapet-dapet! Akhirnya saya pun nyerah, lagipula saya ga mau lama-lama internetan, soalnya tarifnya itu loh mencekik.
Saat berjalan lagi, saya perhatikan sekeliling…celingak-celinguk…Eh, jalan menuju penginapan yang mana ya?  Ya ampun! Saya lupa jalan menuju The Rock. Mana udah gelap lagi. Saya kan belum hafal jalan. Hadeeuhh..makin lemas saya . Selagi melangkah dengan malas, saya liat ada penjaga warnet cewek yang pake jilbab, Mmm..dia pasti tau lah mana restoran halal, dia kan orang sini . “Em, excuse me” kata saya. Cewek jilbab itu pun mendekat, lalu berkata sesuatu dalam bahasa Thai. Jiaaahhhh! Dia orang kesekian yang ngomong Thai sama saya . Ya, nasib sesama orang Asia Tenggara, biar kata beda negara beda bahasa, mukanya tetap aja Melayu.”I’m sorry, I don’t speak Thai” balas saya. “Oops, sorry. I thought you were Thai. What is it?” katanya. “Is there any halal restaurant here? I’ve been looking for one, but haven’t found it yet” kata saya. “Just follow her. She will take you to the closest one” balasnya sambil menunjuk cewek disamping saya yang tak lain adalah kakaknya.  “Come on” kata cewek itu.
Sepanjang jalan kami banyak berbasa-basi. Biasalah, nanya dari mana, berapa lama liburannya, dan omongan-omongan klise lainnya . “This is it” katanya saat akhirnya kami tiba diresto yang dituju. Glek! Sontak saya menelan ludah . Bagaimana tidak, dia membawa saya menuju resto pinggir pantai yang keliatan eksklusif sekali. Hadeeuhh, duit dari mana saya makan disini. “Em, thank you anyway” kata saya memaksa senyum pada cewek tadi, dia pun nyelonong pergi.
Ya udah sih, makan disini saja. Capek kan kalau harus nyari lagi. Lagipula saya kan masih punya $ 50 Amrik, masih ada cadangan lah . Saya pun meliat daftar makanan serta harga yang dipampang diatas hewan-hewan laut segar. Mmm, yang paling murah hanya barbekyu ikan . “I’ll have the fish barbeque” kata saya sama si pramusaji. Dia pun mempersilahkan saya masuk.
Saya liat sekeliling, semuanya pada rame-rame makan malamnya. Mungkin cuma saya sendiri yang datang sendirian disitu, haha . Pramusaji lainnya datang, kemudian memberikan saya menu. Saya pun memesan nasi (Hahaha, saya yakin saya lah satu-satunya manusia disitu yang makan barbekyu pake nasi ) serta minuman paling murah, lemon teh kalengan. Lama saya tunggu, akhirnya pesanan saya datang juga. Mmm, saya pun menikmati makanan ala kadarnya itu senikmat-nikmat mungkin , berhubung rasanya ini kali pertama saya makan di resto pinggir pantai. Uuuhh, romantis sekali! Saya pun mesra-mesraan dengan barbekyu nikmat itu.
Perut kenyang, saya pun memanggil pramusaji untuk minta bon. Semuanya 230 Bhat, huuuhhhhhh, pengen nangis saya rasanya . Besok saya masih bisa makan ga nih?! Setelah si pramusaji memberikan kembaliannya (biasalah resto mewah kayak gini, kembalian sama bonnya ditaruh dalam sampul buku khusus, yang secara ga langsung bilang sama pelanggan “taruh donk uang tipnya!” ). Saya udah ga peduli dengan uang tip lagi, bodo amat, uang saya udah tipis banget . Saya pun mendompeti semua kembalian, ga bersisa se-bhat-pun. Saat si pramusaji mengambil sampul buku bon tadi, saya liat mukanya kecewa berat ga nemu duit (hahaha, biarin! ). Saya pun duduk-duduk sebentar sambil menikmati lemon teh yang rugi banget kalau ga dihabisin. Ya, nasib pelancong kere!
Tips:
  1. Kalau mau makan malam romantis, pergilah ke resto halal pinggir pantai yang saya kunjungi. Tempatnya lumayan eksklusif. Kalau dari arah dermaga, ambillah jalur kanan hingga bertemu plang, tepat disampingnya resto itu berada. Atau kalau mau gampang, tanya aja arah jalan ke masjid.
  2. Jangan malu bertanya! Kalau masih malu-malu, KELAPERAN!
  3. Tarif internetan paling murah di Pulau Phi Phi adalah 1 Bhat / Rp 300 per menit. Jadi jangan kebablasan ya mainnya.
  4. Kalau mau hemat, jangan ngasih tip!

(Bersambung…)

 

Terjemahan Dialog:

  1. ”I’m sorry, I don’t speak Thai” = “Maaf, saya ga ngomong bahasa Thai”
  2. “Oops, sorry. I thought you were Thai. What is it?” = “Ups, maaf. Saya pikir kamu orang Thai. Ada apa ya?”
  3. “Is there any halal restaurant here? I’ve been looking for, but haven’t found it yet” = “Ada resto halal disekitar sini ga? saya udah nyari dari tadi, tapi ga nemu-nemu”
  4. “Just follow her. She will take you to the closest one” = “Ikutin dia aja. Nanti dia nganterin kamu ke resto halal yang paling deket”
  5. “I’ll have the fish barbeque” = “Saya pesan barbekyu ikan ya”

4 responses to “Keok Nyari Resto Halal

  1. I’m in line with her., emang seharusnya kan kita harus menunjukan/ merekomendasikan sesuatu yg terbaik.. ?!
    :->
    N mustinya si mbaknya itu juga diajak dinner donk, biar romantis beneran..😀

Yang dah nyasar kesini, jangan lupa tinggalkan jejak ;-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s