Indo & Melayu = BerbEDA atau BerbEZA

Tet..tereett..terreeeeetttt…!!!!

     Bunyi alarm berdering keras membangunkan saya. Dengan malas saya bangkit, mematikan alarm, lalu langsung berjalan menuju kamar mandi. Saya sengaja pasang alarm jam 4 pagi karena jam 5 nanti saya akan dijemput minivan yang akan membawa saya ke Thailand . Untungnya kamar mandi di penginapan ini ada air panasnya, jadinya ga perlu menderita kedinginan .

     Seusai mandi dan berpakaian, saya pun memanggul ransel untuk keluar kamar. Sebenarnya saya ingin pamitan sama Paul, tapi ga tega aja banguninnya . Yang penting kan semalam saya udah bilang ke dia pagi ini saya check out dari penginapan. Saat berjalan menuju lobi, saya liat seorang petugas hotel ketiduran dibangku di ruang makan. Ga tega juga saya banguninnya, secara tidurnya sampe mangap gitu . Tapi kalau ga saya bangunin, mau laporan check out sama siapa coba.
“Excuse me, I’m going to check out” kata saya pada si petugas saat dia kaget bangun . Kami pun menuju lobi, tanda tangan sana-sini, lalu dia mengembalikan uang deposit saya. Saya pun duduk di lobi sambil menunggu jemputan datang. Saya bisa aja minta si petugas buatin sarapan, tapi ngeliat mukanya yang ngantuk berat, ga jadi deh . Lagipula kan saya udah beli roti kemarin malam.
10 menit menunggu, akhirnya yang ditunggu datang juga. Celakanya, si sopir ini ternyata orang Thailand, dan ga ngerti bahasa Inggris maupun Melayu . Plat minivannya aja pake huruf Thailand. Saat memasuki mobil, sudah ada penumpang cewek. Saya sapa aja, dia juga balas menyapa, dan hanya sebatas itu . Belakangan saya tahu kalau dia juga orang Thailand, jiaahhh..pantesan aja ga ada basa-basi, orang Thailand selatan kan kebanyakan ga bisa bahasa Inggris .
Semula saya pikir yang jadi penumpang hanya 2 orang, saya dan si cewek Thai , eh ternyata kemudian mobil terisi penuh kecuali bangku disamping supir; dua orang bule duduk dibangku belakang, saya serta dua orang Melayu ditengah, si cewek Thai serta dua Melayu lainnya dibelakang supir. Tentu saja yang paling ribut dalam mobil adalah kumpulan cowok Melayu  yang, dideteksi dari logatnya, pastilah orang Penang.
Saat mobil meluncur, kami pun tertidur karena rasa kantuk masih menyerang . Lumayan lama mobil menyusuri jalan hingga akhirnya kami berhenti didepan sebuah toko bebas bea. Saat turun, si supir minta paspor kami. Saya pun cepat-cepat kabur ke toilet karena sudah kebelet . Uhh, saya lapar sekali. Lambung saya kok ganas sekali ya, masa roti tadi pagi cuma numpang lewat doang diperut . Mana belum ada kedai makanan yang buka lagi. Saya pun masuk ke toko, lalu membeli cokelat. (supaya hemat, sebelum check out tadi pagi, saya ngisi air dulu ke dalam botol di dapur).
Saat kembali ke mobil, si supir ngembaliin paspor plus kartu imigrasi Thailand. Dia pun meminta RM 1 dari tiap penumpang . (Udah jadi rahasia umum kalau lewatin imigrasi batas kedua negara ini harus ngeluarin RM 1). Mobil pun kembali meluncur. Bosan ga ada teman ngobrol, saya pun menegur cowok disamping saya . “Excuse me, do you guys speak Malay?” tanya saya membuka obrolan. “Yes. We speak Malay” balasnya. “Mmm, I see. I asked that because I kinda didn’t understand what you guys talking. I mean, I understood Malay in Kuala Lumpur, but I don’t here” jelas saya. “Malay in Penang has different accent” katanya “where are you from anyway?” tambahnya. “I’m from Indonesia” sahut saya. “Aah, I thought you were from Thailand (), that’s why I didn’t talk to you earlier. I’m Yasser by the way” katanya. “I’m Fier”.
Kami pun ngobrol. Beberapa kali kami salah menangkap maksud karena ada perbedaan penggunaan kata. Yang paling menggelikan adalah:

Yasser: “Tadi bagaimana tidurnya, nyenyak?”
Saya: “Ya, lumayan”
Yasser: “Tidak, maksud saya tadi awak tidurnya nyenyak?”
Saya: “Iya, lumayan”
Yasser: “……….”(Kebingungan )
Saya: “Oo iya, ‘lumayan’ disini artinya ‘mahal’ kan?”
Yasser: “Iya betul”
Saya: “Di Indonesia, ‘lumayan’ berarti ‘standar’, tidak lebih maupun kurang.
Yasser: “O, I see. BerBEZA ya”
Saya: “Iya, berBEDA

Tak lama kemudian, kami memasuki imigrasi Malaysia. Saat mengantri, salah satu teman Yasser memperlihatkan cap imigrasi Indonesia di paspornya pada saya, “I went to Bandung once” katanya . Seusai pemeriksaan dan memindai sidik jari, kami kembali ke dalam mobil. Jarak antara imigrasi Malay dan Thai berdekatan . Salah satu rahasia umum kembali terkuak disini; saat mengantri, kami menyelipkan duit RM 1 kedalam paspor . Saat tiba giliran saya, si petugasnya ngomong Melayu, nanya saya mau kemana di Thai. Seusai cap, dia nyuruh saya ngeliat kamera yang dipasang dijendela. Tahu mau difoto, saya senyum aja sambil menghadap kamera . Eh, si petugasnya ikutan senyum. Hahahaha, ga tau aja turis Indo pada doyan foto.
Agak lama kami menunggu ransel kami melewati alat pemindai. Daripada berdiri melongo , saya ngobrol aja sama pasangan bule yang berasal dari Inggris itu sambil ngeliat Yasser dan teman-temannya foto-foto. Tak lama, mobil datang, kami pun naik. Saat mobil meluncur, saya liat dikiri-kanan hurufnya udah berubah , ga lagi latin. Fier…kau di Thailand sekarang!
(Bersambung…)
Terjemahan Dialog:
  1. “Excuse me, do you guys speak Malay?” = “Kalian ngomong Melayu ya?”
  2. “Yes. We speak Malay” = “Iya. Kami ngomong Melayu”
  3. “Mmm, I see. I asked that because I kinda didn’t understand what you guys talking. I mean, I understood Malay in Kuala Lumpur, but I don’t here” = “Mmm, gitu. Saya nanya soalnya saya ga ngerti kalian ngomong apa dari tadi. Maksud saya, saya ngerti Melayu yang di Kuala Lumpur, tapi disini ga”
  4. “Malay in Penang has different accent” = “Melayu di Penang aksennya beda sih”
  5. “where are you from anyway?” = “Ngomong-ngomong, kamu berasal dari mana?
  6. “Aah, I thought you were from Thailand, that’s why I didn’t talk to you earlier”= “Aah, saya kira kamu orang Thai, makanya dari tadi saya ga ngajak ngomong”
  7. “I went to Bandung once” = “Saya pernah lho ke Bandung”

2 responses to “Indo & Melayu = BerbEDA atau BerbEZA

Yang dah nyasar kesini, jangan lupa tinggalkan jejak ;-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s