Uniknya Peranakan Mansion

     Terik matahari membuat kepalaku sedikit pusing saat membaca peta yang diberikan resepsionis. Peta promosi ini menampilkan wilayah George Town; ruas serta nama jalan, titik-titik kuning dengan angka dari 1 hingga (kalo ga salah) 50, yang kemudian dijelaskan dalam daftar nama-nama tempat dari titik-titik itu. Daftar itu kemudian dijelaskan lagi satu persatu beserta gambarnya. WOW! Ternyata banyak sekali yang bisa dilihat di wilayah kecil ini. Saya pun menuju titik yang paling dekat dengan penginapan.
     Saya melewati beberapa kuil serta masjid yang kubahnya sedang direnovasi. Saatmelewati George Town Worlditage Inc., saya intip-intip, mungkin didalamnya seperti museum (apa memang museum ya?). Saya jadi malas masuk, bukannya karena (mungkin) bangunan itu adalah museum (saya seorang pecinta museum lho!), namun karena khawatir ada biaya HTM. Malas kan!
     Tujuan utama saya sebenarnya adalah Peranakan Mansion. Tempat ini saya taunya dari jurnalnya kang Amirseun  kalau Peranakan Mansion tuh salah satu tempat yang wajib dikunjungi kalau lagi ke Penang. Jauh juga perjalanan ke tempat itu. Hingga akhirnya saya berdiri didepan sebuah bangunan bercat hijau. Dari luar sih keliatannya kayak bangunan biasa, membuat saya jadi ragu. Namun, kepalang tanggung, saya pun melangkah melewati pagar.
     Saat hendak melewati ambang pintu, saya disambut dengan dua patung barong bermuka jelek, rak berisi brosur, hiasan dinding berkarakter Cina, tirai merah berhias bunga, serta beberapa poster film/sinetron dan foto-foto. Tak tau apakah mereka adalah para penghuni Peranakan Mansion atau hanya aktor-aktris film yang mengambil lokasi di bangunan ini. Saat memasuki mansion,beberapa pria dengan pakaian seragam menyambut saya (mereka ramah lho).
     Ternyata saya mesti bayar RM 10 untuk meliat-liat mansion ini. Setelah membayar, saya diberi brosur serta ditempeli stiker berwarna biru di baju. Kesan pertama terhadap mansion ini adalah ‘WOW!’. Betapa tidak, interiornya sangat mewah. Mulai dari lantai berkeramik indah, furnitur yang berukir mewah, patung-patung kecil klasik, pembatas ruangan yang eksotis , penyangga pot yang bertekstur unik, lukisan /  foto para peranakan, hingga pegangan tangganya pun tampak sangat WAH! Nyaris tak ada satu inci pun yang lolos dari sentuhan artistik. Para penghuni mansion ini pastilah pecinta seni tingkat tinggi.
     Saya pun menaiki tangga menuju lantai atas sehabis mengelilingi lantai dasar yang berisi ruangan pertemuan (walau cuma ruang pertemuan, tapi mewah banget bo!), sebuah ruangan dengan dua buah cermin besar yang berhadapan (sehingga bayangan kita akan terpantul terus-menerus), serta ruangan lainnya yang memajang sendal slop buah karya para peranakan. Saya harus melepas sendal saya karena tidak diperbolehkan mengenakan alas kaki.
     Ruangan-ruangan diatas ga kalah fantastis; ada ruangan yang khusus memajang hiasan lampu warna-warni berbentuk bunga didalam etalase. Ya ampun…cantik sekaleeee! Saat memasuki ruangan selanjutnya, ternyata adalah kamar tidur; didalamnya ada baju-baju yang dipakai para peranakan, lemari, meja rias, serta tempat tidur. Saat mengeksplor ruangan itu, ternyata hanya saya sendiri disitu. Waduh! Mana semburat cahaya merah memenuhi ruangan ini lagi. Suasana kok jadi serasa mencekam ya. Saya jadi ingat film-film Cina saat SD dulu yang banyak mengenai vampir. Gambarannya sama persis dengan ruangan ini. Saat memotret pun saya langsung meliat hasilnya, takut kalau-kalau ada sesuatu yang tidak diinginkan muncul disitu. Kyaaaaaggggg!
     Puas keliling-keliling diatas, saya turun kembali, lalu berjalan keluar mansion. Eh, si penjaga bilang masih ada ruangan lainnya dibelakang. “You will see a temple behind this building” kata salah seorang dari mereka. Saya pun berjalan mengikuti petunjuk mereka, yang kemudian langkah saya berhenti didalam sebuah ruangan luas yang tak lain adalah kuil pribadi. Saya ga mau lama-lama di ruangan itu, suasananya itu lho, rada-rada mistis.
     Disamping kuil, masih ada ruangan lain, yang saat memasukinya, saya mendapati diri berdiri disebuah ruang makan yang sangat mewah. Bussett! Ini mau makan aja udah kayak pesta nikahan. Meja bundar yang dikelilingi 9 kursi itu dilatarbelakangi oleh lukisan Cina yang artistik. Selepas mengambil gambar, saya mampir dulu ke toilet, lalu melangkah menuju ruangan berikutnya yang merupakan ruangan tempat jajanan; mulai dari kue-kue kecil, hingga makanan berat khas peranakan. Tidak tertarik membeli apapun, saya berjalan keluar.
     Sebelum pergi, saya minta difoto dulu sama penjaga mansion. Sedikit berbasa-basi dengan mereka, lalu berjalan meninggalkan mansion. Saya lelah sekali, ingin rasanya cepat-cepat menaruh kepala di bantal. Saya pun mempercepat langkah sambil menahan rasa pusing karena panas matahari sangat menyengat.

(Bersambung…)

2 responses to “Uniknya Peranakan Mansion

  1. Uwaaah… keren ya. Saya juga merencanakan ke sini karena…. eh, karena apa ya… hm, yang jelas karena Mansion ini ada di daftar World Heritage-nya UNESCO.
    Daaan… saya juga sebelum ke laman ini nyasar terlebih dahulu ke reviewnya Amirseun, tapi just between me and you, Pelancong Nekad, review Peranakan Mansion di halaman ini lebih detail😉
    Saya paling suka yang ini :
    “Saat memotret pun saya langsung meliat hasilnya, takut kalau-kalau ada sesuatu yang tidak diinginkan muncul disitu. Kyaaaaaggggg!”
    Ha. Ha.
    Ngomong-ngomong, kamera kena admission fee kayak di Borobudur gak ?

Yang dah nyasar kesini, jangan lupa tinggalkan jejak ;-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s