Journey to Penang

 

     “Can you tell me what’s that supposed to mean?” tanya saya (mengumpan obrolan sebetulnya) pada cewek itu sembari menunjuk sebaris kalimat diatas kertas yang ditempel di bus sebelah. “Mmm, it means that we’ll arrive to the destination for sure, so no need to ask the driver” jelasnya ramah. “I see. So, the point is no asking to the driver” sahut saya senang karena dia memakan umpan saya. “it is” katanya lagi. “Well, mmm, I think it’s funny to speak English to you since we’re both Malay, but honestly I find it hard to understand Bahasa Malaysia since I’m not accustomed with neither the grammar nor the accent” cerocos saya, “I’m from Indo anyway” tambah saya lagi. “Yeah, I got it. Perhaps we better communicate in English”, balasnya penuh senyum. “I’m Fier by the way” kata saya ngenalin diri duluan. “I’m Awatif” balasnya. “Well nice to meet you Awatif” sahut saya. “Nice to meet you too” jawabnya.
Kami pun melanjutkan obrolan hingga masuk ke topik bahasa. “I brought a newspaper. It’s written in Malay. You may read if you want” tawarnya. Saya mengiyakan saja. Saat membaca koran tersebut, banyak kata-kata yang ga saya mengerti. Jadinya, Awatif lah yang menerjemahkannya kedalam bahasa Inggris. Kata yang menurut saya lucu dan unik adalah ‘terbabit’ yang dapat berarti ‘tersebut’ dan ‘terlibat’. Pusing mencoba mengerti bahasa koran ini, saya pun hanya membalik-balikkan halaman, dan tiba-tiba mata saya menangkap kata ‘Indonesia’, yang dicetak tebal dalam kalimat “Polis menangkap seorang pekerja asal Indonesia yang disyaki (diduga) bunuh rakan senegara”. Jiaahhhhhh, berita yang negatif gini aja dimasukkin.
Bolak-balik halaman lagi, nemu berita tentang penyanyi beken Indonesia tercinta, Prossa, yang baru saja menggelar konser di KL. Penembang lagu ‘Sayat-sayat Cinta’ ini nampaknya beken banget di Malaysia. Dikoran sih ditulis kalau Prossa membawakan hits andalannya, serta tak lupa membawakan sebuah lagu Melayu; saat mendendangkan lagu ini dia mengenakan baju kurung. Ga tau apa maksudnya, mungkin biar semakin dicinta rakyat Malaysia. “She really is. I like her and her songs” jawab Awatif saat saya bertanya apakah Prossa begitu terkenal dinegara ini.
“What Indonesian band do you like?” tanya Awatif. “I like El-em-ent, Adadeh Band, Driver, and more” jawab saya menggebu-gebu. “Adadeh Band?! I just listened to one of their songs. I like them too” sahut Awatif. “Yeah, I love their love songs. Have you listened to Driver’s songs? Theirs are nice too. Check this one out!” kata saya sambil memberikan hape saya untuk memperdengarkannya lagu ‘Melep*smu’. Dia pun memasang hedset dan tenggelam dalam irama lagu tersebut. Jujur, saya bersyukur, sangat bersyukur, dia ga balik bertanya “What Malaysian band do you like?”.Jelas saja saya ga tau mau jawab apa, Siti Nurhalince? penyanyi solo dia. Shiela Mijit? bukan juga. Kalaupun saya pernah baca di majalah, ada Hujan Band. Tapi lagunya yang mana saya ga pernah denger. Eksistensinya di Indo juga paling cuma gerimis doang, ga deras, trus hilang deh. Masa saya mau jawab Search (Oh Tidak!!!!)
Dan, O EM JI, mimpi buruk apa ini! dihalaman terakhir muncul dua muka yang sudah bosan sekali saya liat di layar kaca, majalah, koran, bahkan Yahoo! Siapa lagi kalau bukan yang tersayang Ahsyance dan Hanang. Hadeuh! Cukuplah sudah pemberitaan bombastis mengenai mereka di Indo, jangan ikut-ikutan saya dong sampe ke Malaysia.
(Bersambung…)

2 responses to “Journey to Penang

Yang dah nyasar kesini, jangan lupa tinggalkan jejak ;-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s