Sentosa Island, Pulau Turistik!

     Saat tiba di Vivo City, saya langsung menuju lantai 3, ke arah monorel. Kata si Tom, kalo jalan kaki ke Pulau Sentosa, HTMnya hanya $ 1, tapi kan saya pengen nyobain transportasi yang gagal diadakan di Jakarta ini. Dan saya pun beli tiketnya seharga $ 3. Sebenarnya nih ya, saya pengen sekali main ke USS. Mumpung ADA DISINI. Tapi sekarang udah jam 2, dan saya rasa waktunya ga cukup. Udah bayar $ 72 tapi yang ada ngantri doang, hahaha. Kapan-kapan lah.
Saya pun turun di pemberhentian terakhir, dan langsung menuju pantai Palawan. Kesan pertama saat saya ke pantai ini adalah ‘ini pantainya?’.
Saya ga tau apa saya yang salah kostum ditengah terik matahari siang ini atau karena pantainya yang kurang angin. Saya pun berjalan mendekati pesisir, dan yang saya dapati hanyalah kepanasan. hahaha, saya pun jadi ga berniat ke pantai Siloso.  Saat berjalan, saya liat ada panggung pertunjukkan Song of the Sea, tapi untuk menunggu selama itu hingga malam rasanya malas banget. Saya pun berakhir di Sentosa Luge & Skyride. Saya lupa bayar berapa, yang pastinya saya ambil yang sekali naik skyride dan kereta luncur (luge).
Pas naik skyride, makin lama makin tinggi, makin erat pula remasan tangan saya pada pegangan. Ya Tuhan, saya kan fobia keti
nggian. Malah di satu skyride ini saya sendirian lagi. Muka saya yang tegang ini pasti keliatan konyol sekali. Dibawah banyak pohon besar yang dipasangi jaring, yang bukannya buat saya tenang tapi malah makin panik. Saya pun mencoba menenangkan diri dengan meliat lurus kedepan, berharap penderitaan ini akan segera berakhir.
     Setelah sampai di pos berikutnya, kami pun rebut-rebutan helm, lalu mengantri menuju kereta luncur. Saat tiba giliran saya, saya pun dipandu sebentar bagaimana menggunakan kendaraan nonmesin itu. kemudian, syuuuuuu, saya meluncur. Diawal jalur sengaja dipasang dua penghalang sebagai rintangan, ya untuk belajar menghindar mengingat saat meluncur nanti banyak penghalang. Saya pun mengambil jalur baru, yaitu jalur naga. Wah, jalurnya meliuk-liuk. Para peserta yang lain lincah banget meluncurnya, udah kayak ahli gitu. Mungkin sering main disini kali ya. Ada anak kecil yang sering kepentuk di tepi jalur, hahaha. Dengan kejam saya ketawain lalu meluncur menjauh. Dada…
Setelah permainan berakhir, saya pun kembali ke stasiun, hendak menuju ke stasiun sebelumnya yang dekat dengan papa Merlion. Namun tern
yata bisa jalan aja dari jalan menanjak yang dekat bangunan besar yang didalamnya bisa liat orang terbang-terbang dalam ruangan khusus (saya lupa nama bangunannya). Setelah jalan menanjak yang menghauskan, saya tiba di tempat air mancur yang dihiasi mozaik berwarna-warni. Jalan disini pun sedikit menanjak, dan diatas sana, saya liat si papa Merlion yang buesarrr sangat. Saya pun minta tolong sama seorang bule tua untuk mengambil gambar saya di jembatan.
Karena saya kebanyakan jalan, akhirnya rasa lapar menghampiri juga. Saya bingung mau
cari makan dimana, soalnya gosip yang beredar di inet mengatakan bahwa ‘kalau ke Pulau Sentosa itu lebih baik bawa makanan sendiri’, entailment dari kalimat itu kan ‘makanan di Pulau Sentosa itu mahal tau!’. Kebingungan, saya pun memasuki 7-Eleven. Saya liat ada hotdog disitu, tapi jelas masih kurang yakin sama sosisnya. Saya pun bertanya pada penjaga toko yang berjilbab, dan dia bilang sosisnya tuh daging ayam. Ya dah, tanpa pikir panjang, saya langsung beli satu sama segelas minuman ringan. Setelah melahap makanan ringan itu, saya masih kelaparan. Ya udah, saya beli satu lagi. Dan sang penjaga toko pun meledek “One more?”, hehehe..saya cuma tersipu malu. Bodo ah!
Rencana menghabiskan sore yang menyenan
gkan di Pulau Sentosa akhirnya berantakan sudah, saya hanya bertahan 2 jam disini. Saya ga tau kenapa, tapi saya ga begitu terhibur di pulau ini. Dulu, waktu liburan-ke-Singapura masih dalam batas angan-angan, saya bercita-cita ingin ke Pulau Sentosa, pengen ngerasain hiburan kelas dunia. Namun saat sudah berada disini, saya kok kecewa ya. Saya akui, pulaunya ditata dengan sangat bagus, sangaattt bagus. Mereka membuat konsep yang hampir sempurna tentang sebuah pulau yang menakjubkan, yang penuh dengan hiburan, tapi hal itu, menurut saya, malah membuatnya terliat palsu, atau lebih tepatnya artifisial. Akhirnya, ini hanyalah pandangan pribadi saya. Mungkin ekspektasi saya yang terlampau besar, ataukah karena saya termakan gosip tentang pasir pantai dipulau ini yang, konon katanya, diimpor dari Indo. Saya ga tau pasti. Yang pastinya, saya SUDAH datang ke pulau ini. Hehe
Saat kembali ke Vivo City, dan hari masih sore, serta saya malas balik ke hostel, saya pun
naik MRT ke China Town. Disana, saya masuk ke sebuah pusat perbelanjaan dimana ada beberapa orang yang menawari produk berupa setrika uap yang bisa melicinkan pakaian dalam sekejap, penyedot debu yang unik, serta pel lantai bergagang yang praktis; semuanya dipromosikan dalam bahasa Cina, waduh, udah kayak nonton iklan di TV aja.
Bosan di China Town, saya naik MRT lagi ke stasiun O
rchard. Biar kata kaki dah pegel gila, saya tetap paksa jalan. Soalnya, saya ingin sekali ke tempat yang sangaaaaaaaatttttt terkenal di Indo ini. Pas sampe disana, saya suka ngeliat arsitektur bangunannya yang unik-unik dan luar biasa. Banyak juga toko-toko pakaian dari berbagai merek terkenal. *Wah, saya salah tempat nih*. Yang buat saya tertarik adalah bentuk bangunannya, bukan pakaian-pakaian mahal yang dijual. Jadinya saya liat-liat aja dari luar, ga ada niat masuk ke satupun mal. Ya, saya memang kere, tapi saya ga mau ngabisin duit beli baju di Singapura, toh di Indo juga ada toko-toko gituan.

(Bersambung…)

One response to “Sentosa Island, Pulau Turistik!

  1. sama mas, sentosa island tak seindah yg dibayangkan ternyata…menurut sy si..;)
    lebih enjoy dengan nyoba2 MRT nya…

Yang dah nyasar kesini, jangan lupa tinggalkan jejak ;-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s