Kare? Cukup Sudah!

     “Excuse me, would you mind packing my breakfast?” kata saya pada si Pak India yang sedang ngelap meja. Uuh, persetan dengan makanan India dan karenya! Saya sudah muak. Tiap hari saya makannya selalu yang mengandung kare, kare, dan kare! Pagi ini pun saya sarapannya roti prata + daging macan, eh, kambing + kare! Hadeh, saya mesti mengeluh pada siapa coba? *siapa suruh jadi pelancong kere!
Ga tau kenapa hari ini saya ga napsu makan, apalagi sejak check out dari hostel tadi perut saya udah berasa kembung, hmmm, gelaja magg nih. Mana penyakit melancong saya kambuh lagi; saya belum BAB 3 hari bo! Jadinya abis melahap satu lembar roti prata, saya langsung minum antasida. Kemudian, dengan badan lunglai akibat kelemahan jalan gila-gilaan selama 2 hari, saya memanggul ransel saya yang berat menuju stasiun Little India.
Karena hari ini saya hendak melintas ke Malaysia, saya pun naik MRT dengan tujuan stasiun Kranji . Dari info yang saya baca di inet, katanya banyak bus menuju Johor Bahru dari stasiun ini. Sebenarnya rencana saya ambil bus malam dari Kranji, terus kan tiba di Terminal Larkin udah malam banget, nah saya nantinya ambil bus malam menuju Kuala Lumpur, jadinya kan ga perlu ada pengeluaran untuk nginap di hostel (pikiran orang kere!)  . Hehehe…dan tujuan pagi ini saya ke Kranji adalah untuk meliat situasi kondisinya; dimana busnya berhenti, dan apakah saya bisa beli tiket duluan.
Saat kereta melaju menuju bagian utara, saya perhatikan ternyata wilayah disana tergolong wilayah paling alami (kawasan hijau) di Singapura. Banyak pepohonan, rumput, serta danau. Beda sekali dengan wilayah selatan yang penuh dengan mal-mal spektakuler serta orang Indo yang heboh belanja .
Didepan stasiun Kranji ternyata udah ada antrian ular naga panjangnya bukan kepalang, padahal jam masih menunjukkan pukul 11 . Saya liat semuanya pada ngantri naik bus. Saya pun berjalan menelusuri alur untuk mencapai awal antrian, dan ternyata saat bertemu ekor antrian saya sudah kembali lagi ke dalam stasiun. Jiaahhh!
Karena kebingunan serta tak tau harus bertanya pada siapa, saya pun melakukan pelampiasan, seperti biasa, masuk ke toilet, membasuh muka, dan menatap diri lama-lama di cermin . Ya ampun! Saya lupa memhubungi Nurfirman . Sebelum datang ke Singapura, saya sempat ngirim pesan ke MPer berkebangsaan Singapura ini kalo saya bakal liburan ke negaranya. Dia pun menyanggupi untuk menemani saya disini, bahkan sudah ngasih nopenya untuk saya hubungi. Namun, sudah 2 hari saya berkeliaran disini, belum juga dia saya hubungi.
Keberuntungan emang ga bakal kemana, ternyata ada deretan telepon umum diluar ruang toilet . Saya yang jarang sekali memakai alat satu ini di Indo kebingungan gimana cara pakainya. Setelah baca instruksi di badan mesin, saya pun mengangkat gagang telepon, memasukan koin $ 1, memencet nope, lalu menunggu telepon tersambung. “Hello, am I speaking to Nurfirman?” tanya saya saat telepon saya diangkat. “Yes, this is me” balas Nurfirman diseberang. “Well, emm, I hope you still remember the messages I sent to you telling that I was gonna go to Singapore on June 9th. I’m your friend on Multiply, F&R Turis Lokal” jelas saya, berharap dia ingat. “Yeah, I do. But, you told me you WOULD BE COM ING on June 9th” sahutnya. “I did. Mmm, I wanted to call you once I arrived in Singapore, but, I didn’t know how to operate this thing” jari saya otomatis menunjuk telepon umum. “Mmm, you’ve been 2 days here and you are JUST calling me now. Where are you by the way?” tanyanya. “I’m at Kranji Station. I wanted to check the bus schedule because I’m going to Johor Bahru tonight. But, I’m getting confused and really have no idea at all” saya mengaduh. Pembicaraan kami pun berlangsung panjang, hingga berakhir pada “Okay, let me put this way. You go back now to China Town and see me there at 7 pm. Then, I’ll accompany you to Woodlands. What do you say?” tanyanya. “Mmm, okay. I’m going back now. I’ll be waiting for you there at 7” sahut saya.
Saat mengucapkan ‘bye’, mata saya melirik pada layar di badan mesin yang menampilkan nilai uang yang terus berkurang, dan sialnya masih tersisa 40 sen! Shit!  Walau cuma 40 sen, tapi kan itu bisa beli sesuatu untuk dimakan. Hehehe, yap, saya orang yang paling ogah rugi . Contoh mutakhir yang aneh tapi nyata, saya kalau sms harus habisin seluruh karakter (160), entah itu hanya menambahkan titik, koma, atau tanda seru yang diganda-gandakan. Yang penting harus sampai 0. Karena kalau masih bersisa, walaupun cuma 1, saya akan merasa rugi luar biasa.

(Bersambung…)

Yang dah nyasar kesini, jangan lupa tinggalkan jejak ;-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s