Perjalanan Dimulai

      Saya sedang duduk manis dibangku yang sempit sambil melihat pemandangan diluar jendela. Biru air laut yang memantulkan sinar mentari, serta awan putih yang berarak-arak nampak tak meredakan degup jantungku yang memukul-mukul keras. Gosh! Saya terlalu nekad, T-E-R-L-A-L-U!!

(beberapa bulan sebelumnya…)

“OKE! Tujuan berikutnya adalah Singapura, Malaysia, & Thailand!” kata saya memotivasi diri sendiri di suatu malam yang dingin .
Rasanya pengalaman bekpeking ke Bali sudah cukup untuk membawa saya bekpeking keluar negeri. Pilihan yang terlalu berani (baca: nekad) memang, mengingat saya hanya akan pergi seorang diri. Pembelaan saya sih karena memang saya lebih nyaman jalan sendiri, dan lagipula tidak semua teman senekad saya. Jadinya, setelah teliti menimbang-nimbang waktu, saya putuskan tanggal 9-18 Juni untuk bekpeking! Jadi total 10 hari.
Selama kurun waktu 3 bulan kedepan saya sering sekali nongkrong di warnet untuk mencari info bekpeking murah ke 3 negara tersebut, mengakumulasi bujet, nongkrong di jejeran buku pariwisata di toko buku, bahkan latihan bekpeking dulu di Jakarta..hahaha, lebay.com. Lama berburu tiket murah, akhirnya dapat tiket Singa Air rute JKT–SING: Rp 400 ribu. Dan karena saya ga punya kartu kredit  saya dapat tiket Air Aisya termurah rute KL – JKT: Rp 780 ribu (Loh! Itu kan mahal?) yaealah, wong saya belinya di loket di Carref*ur.
Semula, dana yang saya siapkan sebesar Rp 5 juta, dengan pembagian: Rp 2 juta untuk di Singapura, Rp 1,5 juta untuk di Malaysia, dan Rp 1,5 juta untuk di Thailand. (Catatan: saya bulatkan saja kursnya biar gampang hitungnya: $ 1 Singapura = Rp 7000, RM 1 Malaysia = Rp 3000, B 1 Thailand = Rp 300). Namun sehari sebelum keberangkatan, saya jadi ga percaya diri untuk ke Thailand, rasanya transportasi kesana terlalu ribet. Jadinya, dengan beberapa pertimbangan, saya turunkan bujet jadi Rp 4,5 juta. Saya pun menukar $ 200 Sing (Rp 1,4 juta), RM 500 (1,5 juta), dan $ 150 US (1,5 juta) untuk jaga-jaga bila saya kekurangan duit diluar sana. Saya juga sengaja selipkan duit Rp 100 ribu di dompet, kali aja bisa ditukar.

(Kembali ke waktu sekarang…)

Hawa dingin dari AC membuat telapak tangan saya makin kedinginan. Pemandangan diluar sudah berganti menjadi jejeran kebun kelapa sawit yang m embentang luas, mungkin kebun kelapa sawit di Johor Bahru, pikir saya sok tahu.
Ting-tong, suara bel elektronik berbunyi, disusul oleh suara co-pilot yang mengumumkan bahwa, ehem..ehem.., “penumpang yang terhormat, dalam beberapa saat lagi, pesawat akan mendarat di bandara internasional Changi, Singapura”. Waduh, jantung saya makin berdegup kencang.
Mata saya menatap kearah kartu imigrasi yang saya pegang, tepatnya kearah kolom residence. Alamak! saya salah mengisinya, yang harusnya saya isi JAYAPURA, eh saya malah nulis BOGOR. Emang sih saya udah dan masih tinggal di Bogor selama 4 tahun ini, tapi KTP dan Paspor saya kan alamatnya di Jayapura. Shit! Saya pun dengan paksa memblok kata Jayapura diatas kata Bogor. Agak tersamar sih, seperti tidak pernah ada kata Bogor disitu, tapi tetap aja jantung saya mencelos setiap menatapnya. Saya pun putar otak mencari alasan bila ditanya oleh petugas imigrasi Singapura yang katanya tak segan-segan memulangkan pengunjung. Bahkan saya membuat simulasi sendiri agar nantinya tak canggung saat ditanya. Hahaha.. saya pasti tampak bodoh oleh wanita muda yang sibuk tempel bedak dan mengerol rambutnya disamping saya.
Saya pun sudah pasrah bila ditolak untuk memasuki negara kecil ini. Tak apalah, wong yang tahu saya keluar negeri cuma Andar, Sarip, Sammy, serta Ayah saya..(Yap, yang biasanya saya kalo lagi bekpeking ga pernah laporan ke ortu, tapi karena sekarang judulnya bekpeking keluar negeri, saya rasa saya harus memberitahu Ayah saya). Jadinya ga begitu malu kalo ketahuan ga jadi bekpeking..hehehehe
Buk! Ban pesawat menghantam landasan dengan mulus. Setelah memelankan laju, pesawat pun melewati taxy way. Dan dari sana saya bisa meliat bangunan bandara yang (menurut saya) megah itu. Mmm, jadi ini ya bandara yang dibangga-banggakan masyarakat Singapura. Pesawat pun terus maju menuju tempat parkir, hingga akhirnya pintu pesawat menempel pada belalai.  Oke, semuanya dimulai! 

(bersambung…)

5 responses to “Perjalanan Dimulai

  1. Pagi Agan..numpang promosi yah..
    kami dr MEDIONE..
    Kami adalah kantor jasa perwakilan rumah sakit di luar negri,diantaranya
    Malaysia (Sunway medicel center,Beverly wilshire,Pantai & Gleaneagles gruop,Island hospital,JIN,mount mirian)

    Singapore (Mountelusabet,Gleaneagle,SGH,NUH,Tantock seng)

    Aystralia Royal children Hospital,helath scope group of hospital)

    Thailand ( Bumrungrad hospital)

    kami dapat membantu agan dlm memberikan informasi rumah sakit dan dokter yang tepat,pelayanan temu janji dan booking appoitmen,pengaturan akomodasi dan trasnportasi ,medical evakuasi dan estimasi biay,..semua pelayanan kami gratis.. agan dapat menguhungi kami di
    tlp : 021 -45645695
    hp : 095694454757
    emailo :admin@medione.co.id
    medione.hc@gmail.com
    Terima kasih ya gan…

Yang dah nyasar kesini, jangan lupa tinggalkan jejak ;-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s